VIRUS BIOLOGI (Pengertian Virus, Struktur Tubuh Virus, Cara Berkembang Biak Virus, Peranan Virus)

Hallo sobat, kembali lagi bersama Referensi Belajar. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi mengenai Virus Biologi. Dengan pembahasan yaitu; Pengertian Virus, Struktur Tubuh Virus, Cara Berkembang Biak Virus, dan Peranan Virus dalam Kehidupan Sehari-hari.


Pengertian Virus

contoh virus DNA dan RNA
contoh virus DNA dan RNA

Menurut ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus memiliki sebagian ciri - ciri makhluk hidup, misalnya dapat berkembang biak tapi juga memiliki ciri benda mati, yaitu dapat dikristalkan. Di laboratorium, virus dapat dibiakkan dalam telur ayam yang berisi embrio.

Istilah virus berasal dari bahasa Yunani, venom yang berarti racun. Virus pertama kali diteliti oleh Adolf Mayer ilmuan asal Jerman tahun 1833, pada penyakit mozaik yang menyerang tanaman tembakau. Kemudian dilanjutkan oleh Dmitri Ivanovsky dari Rusia tahun 1892, dan Martinus Willem Beinjerink tahun 1899.

Virus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1.  Ukuran 5-500 nm (nano meter).
  2.  Struktur tubuh tersusun atas : kapsid (protein) yang tersusun atas kapsomer dan asam nukleat (DNA atau RNA).
  3.  Dapat melewati filter bakteri.
  4.  Bentuk bervariasi seperti huruf T, batang, bola, jarum dll.
  5.  Mampu berkembangbiak (berproliferasi) pada sel atau jaringan yang hidup.
  6.  Tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sintesis protein dan membentuk ATP.
  7.  Dapat dikristalkan seperti halnya benda tak hidup.
  8.  Tidak memiliki organel metabolic seperti ribosom, sitoplasma dan membrane sel.

Struktur Tubuh Virus

struktur tubuh virus
struktur tubuh virus

Berikut struktur tubuh virus:

  1. Kepala : Kepala virus berisi DNA, RNA, dan diselubungi oleh kapsid. Kapsid tersusun oleh satu unit protein yang disebut kapsomer.
  2. Isi Tubuh Isi tubuh virus atau biasa disebut virion, adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.
  3. Serabut : Serabut ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh virus pada sel inang. Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Khusus untuk virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor.
  4. Kapsid : Kapsid adalah lapisan pembungkus DNA atau RNA yang ada pada tubuh virus. Kapsid terdiri dari rangkaian kapsomer. Bentuk kapsid bervariasi dan tergantung pada tipe virusnya. Fungsi kapsid adalah untuk memberi bentuk virus dan melindungi virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
  5. Kapsomer : Kapsomer adalah bagian tubuh virus yang di dalamnya ada sedikit protein dan saling terangkai membentuk kapsid.
  6. Sel Pembungkus : Sel Pembungkus adalah pelindung yang tersusun dari lipoprotein yang merupakan membran plasma dan berfungsi untuk melapisi DNA atau RNA.

Cara Berkembang Biak Virus

reproduksi virus secara litik dan lisogenik
reproduksi virus secara litik dan lisogenik

Reproduksi atau perkembangbiakan virus dibedakan menjadi 2 macam daur hidup virus, yaitu daur Litik dan daur Lisogenik.

1. Daur Litik

Daur litik terdiri dari beberapa tahapan atau fase yang tercantum sebagai berikut.
  • Fase adsorpsi (fase penempelan), menempelnya virus pada sel inang.
  • Fase injeksi (Memasukkan asam inti), setelah terbentuk lubang pada sel dengan mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur), virus memasukkan asam nukleat (DNA atau RNA) kedalam tubuh sel.
  • Fase sintesis (pembentukan) atau eklifase, DNA atau RNA virus akan mempengaruhi DNA sel bakteri untuk mereplika bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus.
  • Fase asemblin (perakitan), dari bagian-bagian virus yang telah terbentuuk akan dirakit menjadi virus sempurna.
  • Fase litik (pemecahan sel inang), virus akan menghancurkarn dinding sel inang dan keluar virus-virus baru yang siap mencari sel inang baru.

2. Daur Lisogenik

Daur lisogenik terdiri dari beberapa tahapan atau fase yang tercantum sebagai berikut.
  • Fase adsorpsi (fase penempelan), menempelnya virus pada sel inang.
  • Fase injeksi (Memasukkan asam inti), setelah terbentuk lubang pada sel dengan mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur), virus memasukkan asam nukleat (DNA atau RNA) kedalam tubuh sel.
  • Fase penggabungan, DNA virus memutus DNA sel inang, kemudian DNA virus menyisip diantara DNA sel inang yang terputus tersebut.
  • Fase pembelahan, virus tidak aktif setelah menyisipkan DNA disebut profag. DNA sel inang yang telah tersisipi DNA virus akan mereplika untuk melakukan pembelahan sel.
  • Fase sintesis (pembentukan) atau eklifase, DNA atau RNA virus akan mempengaruhi DNA sel bakteri untuk mereplika bagian-bagian virus, sehingga terbentuklah bagian-bagian virus.
  • Fase perakitan, dari bagian-bagian virus yang telah terbentuk akan dirakit menjadi virus sempurna.
  • Fase litik, setelah virus baru yang terbentuk sel inang lisis dan virus akan keluar dari sel inang. Virus yang keluar dari sel inang akan mencari inang baru.

Peranan Virus

Virus mempunyai peranan dalam kehidupan sehari-hari baik manfaat yang menguntungkan maupun yang merugikan. Manfaat virus yang menguntungkan berguna untuk melemahkan bateri, membuat antioksidan dan memproduksi vaksin. Virus yang merugikan biasanya menyebabkan berbagai penyakit. Berikut macam-macam virus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

1. Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Manusia

  • Orthomyxovirus (Virus RNA), virus yang menyebabkan penyakit influenza atau flu.
  • Paramyxovirus, virus yang menyebabkan penyakit campak.
  • Herpesvirus varicella, virus yang menyebabkan penyakit cacar air.
  • HIV (Human Imunodeficiency Virus), virus menyebabkan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome) yang menyerang system kekebalan tubuh.

2. Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Hewan

  • Rabdovirus, menyebabkan penyakit rabies hewan peliharaan (kucing, anjing, dan monyet), manusia dapat tertular melalui gigitan hewan yang menderita rabies.
  • Paramyxovirus, penyebab penyakit NCD (New Castle Disease) yang dikenal dengan tetelo.
  • Virus H5N1, Penyebab penyakit flu burung (Avian Influenza) pada unggas.

3. Virus yang Menyebabkan Penyakit Pada Tumbuharn

  • Virus Mozaik atau TMV (Tobacco Mosaic Virus), menyebabkan penyakit bercak kuning pada daun tanaman tembakau.
  • CVPD, (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada pembuluh tipis tanaman jeruk.
  • Virus Tungro menyebabkan penyakit pada tanaman padi yang  tumbuh kerdil disebarkan oleh wereng hijau dan wereng coklat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »