UNSUR KIMIA (Pengertian, Contoh, Lambang, dan Sistem Periodik Unsur)

Hallo sobat Referensi Belajar pada artikel saya kali ini akan membahas mengenai Unsur Kimia dengan pembahasan yaitu Pengertian Unsur,  Contoh Unsur, Lambang Unsur, Unsur Logam dan Unsur Non Logam, serta Sistem Periodik Unsur. Pembahasan materi ini termasuk tahap dasar terutama dalam pengenalan ilmu kimia. Tanpa Berlama lama lagi langung saja kita simak pembahasannya berikut ini.

PENGERTIAN UNSUR DAN CONTOH UNSUR

unsur emas dengan simbol Au
unsur emas dengan simbol Au

Unsur adalah
materi yang paling sederhana. Unsur tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Contoh unsur yaitu; besi, emas, aluminium, karbon, nitrogen dan oksigen.

Pada artikel saya sebelumnya telah dibahas bahwa zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa. Salah satu contoh senyawa yaitu air, sedangkan unsur contohnya yaitu emas. Perbedaan antara unsur dan senyawa terletak dalam hal dapat atau tidaknya zat itu diuraikan. Senyawa dapat diuraikan, sedangkan unsur tidak dapat diuraikan. Contohnya senyawa air dapat diuraikan menjadi dua jenis gas, yaitu oksigen dan hidrogen, sedangkan Unsur emas tidak dapat diuraikan.

Perlu diketahui bahwa menguraikan tidak sama dengan memotong motong atau menghaluskan. Peruraian menghasilkan dua atau lebih jenis zat baru yang berbeda dari zat semula, sedangkan memotong motong atau menghaluskan hanya mengubah bentuk saja tidak mengubah jenis zat tersebut. Garam dapur tidaklah terurai ketika digerus menjadi bubuk, menggerus garam hanya mengubah bentuknya menjadi bubuk, tetapi zat itu tetaplah sebagai garam. Sama halnya, air tidaklah terurai hanya dengan menguapkan. Penguapan hanya mengubahnya menjadi bentuk gas, yaitu uap air.

Salah satu cara untuk menguraikan senyawa adalalah melalui pemanasan pada suhu yang relatif tinggi. Semua senyawa dapat diuraikan melalui pemanasan, tetapi suhu untuk menguraikan masing masing senyawa berbeda beda. Artinya, ada senyawa yang mudah terurai, ada juga yang sulit terurai. Seperti dinyatakan di atas, air tidak terurai ketika menguap pada suhu 100℃, tetapi jika uap air dipanaskan pada suhu tinggi, maka air akan terurai menjadi oksigen dan hidrogen. Meski suhunya diturunkan ke suhu ruangan, keduanya akan tetap berupa gas tidak kembali menjadi air seperti semula. Selain melalui pemanasan, ada juga zat yang terurai dengan aliran listrik atau karena radiasi atau penyinaran.

Jenis unsur tidaklah terlalu banyak. Di alam, hanya terdapat 92 jenis unsur (untuk saat ini). Namun demikian, berkat kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli telah berhasil membuat beberapa unsur. Sampai saat ini telah dikenal kurang lebih sekitar 118 jenis unsur dan mungkin masih akan terus bertambah lagi.

LAMBANG UNSUR

penemu lambang unsur Jons Jakob Berzelius
Jons Jakob Berzelius 

Untuk meringkaskan dan mempermudah penulisan, maka setiap unsur diberi lambang yang kita sebut lambang unsur atau lambang atom.

Contoh : 

Karbon (C)

Kalsium (Ca)

Sejarah mencatat ada berbagai cara pemberian lambang unsur. Adapun cara yang dipergunakan sekarang yang diusulkan oleh Jons Jakob Berzelius (1779 - 1848). Menurut Berzelius, setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama Latin unsur yang bersangkutan dan ditulis dengan huruf besar. Bagi unsur yang mempunyai huruf awal sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama unsur tersebut dan ditulis dengan huruf kecil. 

Perhatikan beberapa conto berikut.

Nama Unsur (Indonesia)     Nama Latin     Lambang
Karbon  Carbonium    C
Kalsium  Calsium    Ca
Klorin  Clorine    Cl
Tembaga  Cuprum    Cu
Kalium  Kalium    K
Perak   Argentum    Ag

UNSUR LOGAM DAN UNSUR NONLOGAM

Unsur dapat digolongkan ke dalam unsur logam dan unsur nonlogam. Perbandingan sifat antara unsur logam dan unsur nonlogam secara ringkas diberikan pada tabel di bawah. Contoh unsur logam yaitu; Besi, aluminium, emas, dan raksa, sedangkan contoh unsur nonlogam yaitu; hidrogen, oksigen, dan belerang.

Tabel perbandingan sifat antara logam dan nonlogam

Unsur Logam

Unsur Non Logam

1. Berwujud padat pada suhu ruangan, kecuali raksa. 1. Ada yang berwujud padat, cair, dan gas.
2. Dapat ditemp dan dapat direnggangkan. 2. Bersifat rapuh, tidak dapat ditempa.
3. Mengkilap jika digosok. 3. Tidak mengkilap walaupun digosok, kecuali intan.
4. konduktor listrik dan panas. 4. Nonkonduktor, kecuali grafit.
5. Titik cair dan titik didih umumnya tinggi. 5. Titik cair dan titik didih umumnya rendah.
6. Massa jenis umumnya tinggi. 6. Massa jenis umumnya rendah.

Beberapa unsur menunjukan sifat logam sekaligus nonlogam. Unsur-unsur tersebbut digolongkan sebagai unsur metaloid. Contohnya yaitu boron dan silikon. Penampilan silikon mengkilap seperti logam, tetapi bersifat rapuh seperti nonlogam. Siliikon banyak digunakan sebagai bahan semikonduktor. Dalam sistem periodik unsur, unsur metaloid terletak di bagian tengah. Unsur metaloid merupakan peralihan dari logam ke nonlogam.

SISTEM PERIODIK UNSUR

sistem periodik unsur
sistem periodik unsur

Penggolongan unsur ke dalam logam dan nonlogam merupakan cara pengelompokan yang sederhana. Antara sesama logam mungkin memiliki sifat-sifat yang sangat berbeda. Demikian juga antar sesama unsur nonlogam. Seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia, pengelompokan unsur semakin terinci. Suatu daftar pengelompokan usnur yang sangat penting dalam ilmu kimia, yaitu
sistem periodik unsur. Dalam daftar itu, unsur-unsur memiliki sifat-sifat yang bermiripan ditempatkan ke dalam satu kolom. Unsur-unsur logam terletak di bagian kiri - bawah, sedangkan unsur-unsur nonlogam terletak di bagian kanan atas.

Itulah artikel saya kali ini mengenai UNSUR KIMIA (Pengertian, Contoh, Lambang, dan Sistem Periodik Unsur). Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua dan jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar di bawah. Terima kasih sudah berkunjung.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »